SANGGAU — Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI resmi mengakhiri tugas dan kembali ke Jakarta setelah sekitar satu bulan melakukan pemantauan serta penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Pelepasan tim berlangsung di Aula Lantai I Kantor Pemerintah Kabupaten Sanggau, Jumat (18/9/2026) pagi. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H., Sekda Sanggau Drs. Aswin Khatib, M.Si., Brigjen TNI Eri Nasuhi, sejumlah perwira Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, serta Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf. Nurrahman Gindha Dradhizya, S.I.P.
Ketua Tim Penyuluh Karhutla melaporkan, selama menjalankan tugas di Sanggau, tim telah menjangkau hampir seluruh wilayah desa dan kelurahan.
Dari total 169 desa dan kelurahan di Kabupaten Sanggau, sebanyak 163 desa dan tiga kelurahan disebut telah didatangi tim untuk berdialog langsung dengan masyarakat.
“Kalau penyuluhan nantinya satu arah, karena memang kita datang ke tempat-tempat itu, kita berdialog, kita ketemukan masalah, kita coba tawarkan solusi,” ujar Ketua Tim dalam laporannya.
Melalui pendekatan dialogis tersebut, tim mengaku telah berinteraksi dengan sekitar 6.000 hingga hampir 7.000 warga, termasuk masyarakat yang beraktivitas sebagai peladang.
Salah satu materi utama yang disampaikan adalah alternatif Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Tim juga melakukan sosialisasi sekaligus menyebarkan kuesioner untuk mengetahui respons masyarakat terhadap pembukaan lahan tanpa membakar.
“Hasil kuesioner kepada masyarakat itu 78 persen mendukung PLTB, pembukaan lahan tanpa bakar,” ungkapnya.
Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat yang selama ini menjadikan pembakaran lahan sebagai bagian dari tradisi tahunan tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, pendekatan edukasi dan pemberian solusi dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Selain persoalan pembukaan lahan, terdapat dua isu yang paling sering ditanyakan masyarakat selama tim turun ke lapangan, yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 dan solusi bagi masyarakat apabila tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.
“Dua hal ini hampir di semua tempat kami mendapat pertanyaan yang sama,” katanya.
Ia menegaskan, edukasi kepada masyarakat diarahkan agar lahan yang sudah terbakar dapat segera ditangani, sementara lahan yang belum dibakar tidak memulai pembakaran.
Pemda Sanggau Lanjutkan Kesiapsiagaan
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menyampaikan apresiasi kepada Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang telah menjalankan tugas di berbagai wilayah Sanggau.
Menurut Susana, pendekatan edukasi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat dan peladang memberikan dampak positif dalam upaya menekan potensi karhutla.
“Pendekatan edukasi yang humanis kepada masyarakat dan kepada peladang terbukti efektif menekan lonjakan hotspot di Kabupaten Sanggau secara harian,” kata Susana.
Ia menyebut, Kabupaten Sanggau masih menghadapi tantangan karhutla dan kabut asap. Pemerintah daerah juga masih menetapkan status tanggap darurat bencana kabut asap hingga 20 September 2026.
Susana menegaskan, berakhirnya agenda pemantauan dan penyuluhan dari tim Mabes TNI tidak berarti upaya penanganan karhutla di daerah ikut berhenti.
“Agenda pemantauan dan penyuluhan dari komando pusat tentunya berakhir hari ini. Saya tegaskan komitmen kita di daerah tidak akan surut. Seluruh instrumen Satgas Karhutla akan terus melanjutkan estafet kesiagaan darurat dan pengawasan secara konsisten,” tegasnya.
Pemkab Sanggau juga mendorong agar edukasi mengenai pembukaan lahan tanpa bakar terus dilanjutkan sehingga pencegahan karhutla tidak hanya menjadi agenda rutin setiap memasuki musim pembukaan ladang.
Susana turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Mabes TNI, Kodim 1204/Sanggau, serta jajaran pemerintah dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan tugas tim selama berada di Sanggau.
“Selamat kembali ke Jakarta. Semoga seluruh jajaran diberikan kesehatan, kelancaran dan keselamatan dalam perjalanan hingga kembali ke satuan masing-masing,” ucapnya.
Kegiatan pelepasan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan tertib dan aman.
SUHARDI & TIM
0 Komentar