Cuek Terhadap Anak Paskibra, Tokoh Pemuda Cikedal Aris Doris Soroti Minimnya Dukungan dari Pihak SPPG dan Mitra

Banten//Propamnews86.com//
Pandeglang, Banten – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, berbagai daerah terus mematangkan persiapan pelaksanaan upacara bendera. Salah satu persiapan penting adalah latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang dilakukan secara intensif oleh para pelajar terpilih.

Namun, di Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, muncul keluhan terkait minimnya dukungan terhadap para calon anggota Paskibra yang telah menjalani latihan rutin setiap hari. Kondisi tersebut menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk Tokoh Pemuda Kecamatan Cikedal sekaligus Ketua Peleton Pemuda Pandeglang, Aris Doris.

Menurut Aris Doris, para peserta Paskibra telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan mengikuti latihan sejak pagi hingga sore hari demi menyukseskan upacara peringatan kemerdekaan. Akan tetapi, hingga saat ini mereka dinilai belum mendapatkan perhatian maupun dukungan yang memadai dari pihak SPPG maupun mitra yang berada di wilayah Kecamatan Cikedal.

"Saya prihatin. Anak-anak ini latihan panas-panasan dari pagi sampai sekitar pukul 15.00 WIB demi mengibarkan Sang Merah Putih pada tanggal 17 Agustus nanti. Tetapi sampai hari ini belum ada bantuan apa pun dari pihak SPPG maupun mitra yang ada di Kecamatan Cikedal. Padahal mereka juga memiliki kegiatan setiap hari dan anggaran," ujar Aris Doris saat ditemui di kediamannya, Selasa (4/8/2026).

Ia menilai, sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, SPPG maupun mitra seharusnya dapat menunjukkan kepedulian sosial terhadap para generasi muda yang tengah mengemban tugas negara.

Menurutnya, bentuk dukungan yang diberikan tidak harus bernilai besar. Bantuan sederhana seperti makanan, air minum, vitamin, makanan ringan, hingga penyediaan tenda untuk berteduh sudah menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi para peserta latihan.

"Ini bukan soal besar atau kecilnya bantuan. Yang kami harapkan adalah adanya kepedulian dan semangat gotong royong dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Anak-anak ini membawa nama baik Kecamatan Cikedal. Jangan sampai mereka merasa kurang diperhatikan," tegasnya.

Aris juga berharap seluruh unsur masyarakat, pemerintah kecamatan, dunia usaha, lembaga sosial, hingga berbagai mitra yang memiliki kemampuan dapat ikut berpartisipasi memberikan dukungan moral maupun material kepada para calon Paskibra.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah seorang orang tua peserta Paskibra. Ia mengaku prihatin melihat anaknya menjalani latihan yang cukup panjang setiap hari tanpa memperoleh konsumsi selama kegiatan berlangsung.

"Memang benar, anak saya berangkat latihan dari pagi sampai sore, bahkan kadang pulang menjelang Magrib atau Isya apabila ada latihan tambahan. Selama latihan berlangsung belum mendapatkan makan. Padahal waktu latihan sudah tinggal menghitung hari menjelang pelaksanaan upacara," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan siswa tingkat SMP dan SMA tampak mengikuti latihan baris-berbaris di halaman Kantor Kecamatan Cikedal. Mereka menjalani berbagai materi latihan yang dipersiapkan untuk tampil pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Latihan dilakukan secara disiplin di bawah arahan para pelatih dengan tujuan membentuk kekompakan, kedisiplinan, serta kesiapan fisik dan mental para peserta sebelum bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus mendatang.

Sejumlah warga berharap adanya perhatian lebih dari berbagai pihak terhadap para peserta Paskibra. Mereka menilai para pelajar tersebut merupakan generasi muda yang sedang mengemban amanah untuk mewakili daerah dalam momentum nasional, sehingga sudah selayaknya memperoleh dukungan yang memadai selama menjalani masa latihan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG maupun perwakilan Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Cikedal belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp juga belum memperoleh tanggapan.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat penjelasan resmi dari pihak SPPG, mitra, maupun Panitia PHBN Kecamatan Cikedal, redaksi akan memuatnya secara proporsional sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.

sumber : ketua peleton pemuda Pandeglang

Posting Komentar

0 Komentar